Film Terbaik Dunia 2019

Film Terbaik 2019Menulis catatan tahunan tentang film-film dengan pencapaian terbaik versi sendiri selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sebab, proses menulis tersebut sedikit banyak akan mengingatkan saya kepada begitu banyak rasa yang saya temui sepanjang tahun ketika menonton setiap karya sinema itu. Pun demikian dengan tahun ini. Saya bersyukur sekali masih bisa merasakan pengalaman itu dan menyelesaikan catatan ini. Satu hal yang berbeda, tahun ini semakin banyak karya yang dibuat khusus untuk platform-platform on demand dan menjadikan pengalaman menonton tahun ini menjadi lebih berwarna (meskipun secara pribadi saya lebih menyukai menonton semuanya di layar bioskop). Seperti tahun lalu, untuk membuat catatan tahunan ini lebih rapi, film-film yang masuk ke dalam daftar adalah yang rilis di bioskop kita atau tidak rilis di bioskop kita, tetapi telah dirilis dalam format DVD, blu-ray, atau digital secara resmi sepanjang tahun 2019. Akhirnya, ini dia 20 film terbaik 2019 dunia ala Kinerasya.

  1. Green Book

    Green BookMembicarakan rasisme dalam berbagai lapis dimensinya tanpa kehadiran orasi-orasi perlawanan atau khotbah-khotbah kebenaran. Semua hal serius di dalamnya hadir melalui pembicaraan menggelitik dan interaksi Don Shirley dan Tony Lip yang bertumbuh sebagai musisi dan pengemudi yang kemudian menjadi sahabat sepanjang perjalanan tur musik klasik ke bagian dalam selatan Amerika pada era segregasi. Sebuah road trip movie dengan tema tak ringan yang secara mengejutkan dapat mengalir ringan sebagai film komedi yang sangat efektif dengan kehangatan yang cukup di sekitarnya. Sebuah film tentang kemanusiaan yang penting dialami dan dibicarakan.

  2. Knives Out

    Knives Out

    Sebuah pertunjukan pemecahan kasus kematian penulis kaya raya yang sangat berbeda dengan film detektif klasik yang biasa kita simak. Sepanjang pemecahan kasus itu, saya tertipu dengan senang berkali-kali hingga akhirnya bertepuk tangan heboh di penutupan. Kejeniusan yang dilengkapi dengan pesan penting penghangat hati.

  3. Avengers: Endgame

    Avengers EndgameKulminasi yang menautkan dengan baik seluruh emosi dalam sebelas tahun perjalanan para karakter yang menghidupinya. Salam perpisahan yang teramat emosional dalam perpaduan drama mendalam dan salah satu aksi kolosal terbaik yang pernah saya saksikan. Penghormatan yang layak untuk nama-nama yang mengawali perjalanan Marvel Cinematic Universe. Pembukaan babak baru yang menjanjikan.

  4. Toy Story 4

    Toy Story 4Kalaulah sebuah karya animasi telah mampu membuat anak-anak yang menontonnya tertawa senang masuk ke dunianya, juga menyentuh ke kedalaman hati orang-orang dewasa yang menontonnya dengan hanya berbekal gestur-gestur kecil nan lembut, sampai kapan pun ia akan tertinggal dan jadi bagian penting dari hidup banyak manusia. Dan Toy Story 4 melakukannya dengan sempurna. To infinity.. and beyond.

  5. Joker

    Joker 2019Joker adalah karya adaptasi komik yang sungguh tidak biasa. Membicarakan begitu banyak sisi kelam manusia sebagai individu dan masyarakat dalam tuturan depresif, tapi secara tidak terduga.. juga terlihat indah. Memancing begitu banyak kontroversi dan diskusi mengenai perundungan-kesehatan mental yang penting untuk disikapi dan ditindaklanjuti selayak mungkin. Sebuah pengenal yang lebih utuh pada karakter Joker yang sungguh ikonik.

  6. The Two Popes

    The Two PopesSepanjang 126 menit kisahnya, kita “hanya” akan menyimak dua orang pemimpin keagamaan Katolik berbincang dan berdebat tentang hal-hal yang keduanya yakini. Sesekali sambil berjalan dan sesekali sembari duduk. Sesekali meninggi, tapi terjaga dengan baik rasa hormatnya. Itu saja. Namun, perbincangan keduanya secara brilian dalam menghadirkan berbagai perasaan dan pemikiran tentang kemanusiaan yang universal. Sungguh kaya dan menggugah pikiran.

  7. Parasite

    ParasiteThriller yang hanya menempatkan teror langsung di babak ketiga cerita, tetapi dengan konstan mampu memancing kewaspaan sejak pembukaannya. Komedi getir yang membicarakan dengan baik campur aduk komentar sosial, kemanusiaan, dan sisi gelap manusia, tanpa berusaha terlihat pintar dan artsy. Membuat saya tertawa sambil meringis miris.

  8. On the Basis of Sex

    On the Basis of SexKisah perjuangan untuk kesetaraan gender dalam hukum yang dituturkan melalui interaksi keluarga yang terasa jujur, hangat, dan sangat menyentuh. Ditutup dengan salah satu momen persidangan terbaik yang pernah saya alami dalam film. Memberi garis bawah yang tebal bahwa kata-kata bisa sangat berarti. Intens dan menggerakkan hati.

  9. Dark Waters

    Dark WatersMengingatkan saya kepada Spotlight. Investigasi kasus lingkungan yang terasa seperti hantaman bertubi-tubi karena fakta-faktanya yang tidak bisa dianggap lalu. Ditampilkan dengan sangat brilian oleh jenius “Bruce Banner” dan dituturkan dengan alur lambat yang unik oleh Todd Haynes. Sebuah pemantik diskusi yang kuat tentang kasus-kasus serupa teflon yang dibicarakan di dalamnya.

  10. Swing Kids

    Swing KidsDrama perang yang menyoal kemanusiaan dengan cara sangat efektif melalui hentakan-hentakan sepatu dalam rangkaian pertunjukan trap dance yang memukau. Terasa hangat dan menyenangkan. Ditutup dengan sebuah salam menyesakkan yang akan membekas di hati dan ingatan untuk waktu yang sangat lama.

  11. Ford v Ferrari

    Ford v FerrariKisah yang bagi saya sebenarnya bukanlah tentang pertarungan Ford melawan Ferrari, melainkan tentang persahabatan Ken Miles dan Carrol Shelby yang unik, erat, dan mendalam. Sebuah film keluarga yang hangat dan ekspresif. Berpadu dengan balapan mobil 24 jam mahadahsyat yang berhasil menarik saya dalam pengalaman sinematik tak tertandingi.

  12. Marriage Story

    Marriage StoryMengikuti cerita pernikahan Nicole dan Charlie membuat hati saya hancur karena merasakan cinta dan kehilangan yang teramat besar. Kagum sekali dengan cara Scarlett Johansson dan Adam Driver menghidupi dua karakter utamanya, terutama di momen pertengkaran yang kompleks, intens, dan emosional di third actnya. Momen-momen simbolik tak pretensius yang dihadirkan Noah Baumbach melengkapinya menjadi perjalanan yang dapat terasa dekat untuk setiap kita yang menyimaknya.

  13. Once Upon a Time… in Hollywood

    Once Upon a Time... in HollywoodMerekam sisi romantis dan tragis dari Hollywood pada era 1960-an dalam karakteristik penceritaan Quentin Tarantino yang kali ini terasa lebih sederhana dan kecintaannya pada karya film. Dihidupkan dengan pemeranan brilian oleh duet Leonardo DiCaprio-Brad Pitt yang dilengkapi dengan pesona terbaik seorang Margot Robbie.

  14. Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini

    Film Nanti Kita Cerita tentang Hari IniMenyentuh dengan cara yang sangat berbeda dari yang saya bayangkan sebelumnya. Bagi saya, ini adalah karya Mas Angga dengan beban terberat sejauh ini. Cukup sulit rasanya meresapi act I dan II yang dipenuhi dengan permasalah dari semua karakter yang ada, tapi penyelesaiannya pada act III seketika menenggelamkan saya sepenuhnya dalam emosi yang sangat dalam. Ruang belajar yang perlu dan berharga untuk semua keluarga.

  15. The Irishman

    The IrishmanKombinasi kuat arahan berkelas Scorsese, naskah rapi Zailian, dan pemeranan brilian dari aktor kelas atas seperti Al Pacino, Robert de Niro, dan Joe Pesci yang dapat menghidupkan kisah persaingan gembong bisnis gelap dengan berbeda. Sebuah film mafia dengan pendekatan humanis yang dapat membuat saya peduli pada karakternya dan menyimaknya dengan sabar selama 209 menit perjalanannya.

  16. My Dad is a Heel Wrestler

    My Dad is a Heel WrestlerBayangkan rasanya menjadi seorang anak kecil yang tiba-tiba mengetahui bahwa ayah yang sangat dikaguminya adalah seorang pegulat profesional berkarkter antagonis yang terlihat seperti orang jahat yang gemar bermain curang. Sederhana sekaligus rumit luar biasa. Pecah sekaligus menyentuh sepenuh jiwa. Sebuah bantingan emosi yang mematikan.

  17. The Favourite

    The FavouriteDaya tarik terbesarnya ada pada tata artistik dan kostum yang teramat sangat cantik-menawan, yang kemudian berpadu dengan tata kamera indah nan eksentrik. Menikmatinya selama 121 menit telah memberikan saya rekreasi visual yang berharga. Rekreasi yang dilengkapi oleh Emma Stone, Rachel Weisz, dan Olivia Coleman yang berhasil menghadirkan interaksi intens ketiga karakter utama perempuannya.

  18. Bento Harassment

    Bento HarassmentSeorang ibu memutuskan membuat bento aneh sebagai “penyambung rasa” untuk putri bungsu yang tidak mau lagi bicara dengannya. Cerita ibu-anak yang nyentrik, meledak-ledak, lucu, reflektif, manis, dan berhasil menjadi pengaduk emosi yang sangat efektif. Bekal bergizi yang nikmat dihabiskan bersama orang-orang yang kita sayang.

  19. The Farewell

    The FarewellSebuah cerita yang sangat dekat dengan masyarakat Asia. Dilema akan perpisahan dan keyakinan pada pilihan akan hak-hak manusia pada kematian yang diolah dengan rasa yang kaya oleh Lulu Wang. Disampaikan dengan ekspresi emosi yang tepat oleh Awkwafina. Sebuah presentasi tentang usaha menghargai waktu dan keluarga yang perlu.

  20. 27 Steps of May

    27 Steps of MayTrauma pada perkosaan seringkali menciptakan dinding-dinding tinggi dan tebal untuk usaha menyembuhkan luka. Korban dan hal-hal di sekitarnya seringkali tak akan lagi sama. Ravi Bharwani menuturkan trauma itu dalam cerita getir dan sunyi melalui simbol-simbol nyaris monokrom dan gerak-gerik yang terbatas. Penuh sesak. Namun, melegakan.

Special mention: Kim Ji-Young, Born 1982, Chhichhore, Dua Garis Biru, The Divine Fury, Imperfect, Mirai, Still Human, Booksmart, Weathering with You, The Lighthouse.

Baca juga: Film Terbaik Dunia 2018

Tinggalkan Balasan