Film & Karya dalam Film Indonesia Terbaik 2017

Film Terbaik Indonesia 2017Tahun lalu saya menulis bahwa film kita telah melewati satu tahun yang membanggakan dengan berbagai pencapaian. Dua di antaranya adalah memecahkan rekor film dengan penonton terbanyak sepanjang masa dan capaian di atas satu juta penonton oleh sepuluh besaar film Indonesia dengan penonton terbanyak. Tahun ini, saya akan menulis bahwa film kita telah melalui satu tahun yang penuh perkembangan, seperti dalam kecintaan penontonnya atau pun keragaman temanya. Melaluinya dengan mengunjungi bioskop nyaris setiap Kamis terasa sangat menggembirakan.

Jumlah film kita yang dirilis tahun ini memang agaknya lebih sedikit, tetapi rasanya itu tidak jadi soal karena film-film yang dirilis pun menjadi lebih matang dalam kualitas. Apalagi, genre dan tema yang sebelumnya belum pernah atau jarang sekali dibahas mulai dibicarakan di ruang-ruang pemutaran umum. Sungguh perkembangan yang bagus bagi masa depan industri film kita. Pekerjaan rumahnya tinggallah membuat tema-tema baru tersebut digarap dengan baik dan diterima dengan luas oleh para penikmatnya agar tak berakhir sebagai sebuah usaha yang lantas hilang, melainkan usaha yang langgeng diteruskan dan dikembangkan.

Sebagai salah satu apresiasi, saya mencoba menuliskan kembali daftar karya sinema kita yang berhasil memberikan pengalaman terbaik setahun ini. Seperti tahun lalu juga, catatan ini diisi oleh lima belas film dan catatan tambahan mengenai karya-karya terbaik dalam film dari nama-nama yang telah membuat karya sinema kita menjadi lebih baik. Semuanya ditulis berdasarkan film yang saya tonton di bioskop dan ruang-ruang pemutaran sepanjang tahun ini. Ini dia.

  1. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

    Marlina si Pembunuh dalam Empat BabakSerupa pamflet perlawanan perempuan yang dituliskan dalam sepi. Bahwa juga hidup dan mati hanya sejarak helaan napas. Getir, tetapi dibalut visual indah sehingga menjadikannya sangat puitis.

  2. Istirahatlah Kata-Kata

    Istirahatlah Kata-KataBerkisah tentang fase sunyi dari hidup seorang Wiji Thukul, pemuisi dan aktivis yang hilang menjelang reformasi. Tidak ada demonstrasi atau pembacaan puisi yang berapi-api, hanya pelarian sepi seorang Thukul yang sesekali disisipi takut dan kerinduan. Membuat kita mengenalnya sebagai seorang manusia. Film penting untuk generasi muda yang berjarak dengannya.

  3. Kartini

    KartiniKartini yang berbeda bisa kita jumpai di dalamnya. Kartini yang “nakal” dan sesekali ndagel, tapi tidak sekali pun kehilangan wibawa dan nilai juangnya. Lengkap dengan pengenalan yang lebih dalam kepada keluarga dan cara berpikir-bersikap mereka. Menjadi sebuah kritik yang hormat pada norma-norma budaya dan sosial Jawa. Menarik sekali rasanya menyimak perjalanan hidup Kartini yang seperti itu dari mata seorang Hanung Bramantyo.

  4. Sweet 20

    Sweet 20Adaptasi terbaik dari Miss Granny sejauh ini. Bahkan, seringkali terasa lebih efektif, terutama dalam bergurau dan menyentuh hati. Saking efektifnya, beberapa guyonannya sampai membuat saya hampir menangis. Begitu juga dalam momen-momen emosionalnya. Film yang menyelamatkan momen lebaran 2017 di bioskop.

  5. Turah

    TurahTidak salah rasanya memilih Turah sebagai perwakilan kita di kategori film berbahasa asing Academy Awards 2017. Sederhana, tetapi juga provokatif dan relevan dengan kehidupan sosial sekitar kita sejak dulu, terutama di perkampungan-perkampungan yang tanahnya sering diaku-aku atau “dikuasai” oleh juragan.

  6. Pengabdi Setan

    Pengabdi SetanTeror yang sempat muncul pada tahun 1980 dan dihidupkan kembali oleh Joko Anwar sebagai sebuah film horor dengan estetika yang baik dan penggarapan yang serius. Menyetel ekspektasi yang tinggi untuk film-film horor setelahnya. Beruntung rasanya bisa melihat film horor berada dalam banyak nominasi FFI. Kapan lagi?

  7. Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

    Lanjutan kisah Ben & Jody yang tetap akrab dan hangat dengan racikan khas Angga Dwimas Sasongko. Film pertamanya akan terasa lebih personal karena ruang penceritaan yang tidak terlalu luas, tetapi ada banyak hal dalam film kedua ini, seperti cinta dan petualangan, yang membuatnya tetap sajian rasa terbaik dari kedai Filosofi Kopi.

  8. Ziarah

    Tidak banyak berkata-kata, tetapi bicara tentang hal-hal yang sangat kaya akan rasa. Mengikuti perjalanan Mbah Sri mencari makam suaminya akan menyisakan kepedihan, sekaligus cinta yang luar biasa kepada kita selesai menontonnya. Karya sinema yang sangat apa adanya.

  9. Moammar Emka’s Jakarta Undercover

    Moammar Emka's Jakarta UndercoverOka Antara, Baim Wong, dan Ganindra Bimo menampilkan rangkai pemeranan yang sangat-sangat menarik di sini. Obrolan soal dunia malam yang tak terjamah banyak orang dan cintanya juga jarang kita temui. Ditutup dengan ledakan perasaan yang bisa jadi terasa canggung, tetapi juga bisa menohok hati.

  10. Night Bus

    Night BusPenantian bertahun-tahun terbayar tuntas saat menontonnya pertama kali di bioskop. Membicarakan konflik dengan latar sebuah bus malam yang melaju di sepanjang daerah terkonflik dengan tensi yang sangat stabil, sejak berangkat hingga akhirnya sampai. Ditampilkan dengan pemeranan yang solid dari para penumpang bus dan orang-orang yang ditemui sepanjang perjalanan. Memang, konflik hanya akan menyisakan kekalahan dan kehilangan.

  11. Critical Eleven

    Moammar Emka's Jakarta UndercoverSudah lama kita tidak menikmati kisah cinta dewasa dalam sebuah karya sinema nasional. Tahun 2017, Critical Eleven datang dan menyudahi kerinduan itu dengan kisah yang layak dicintai. Menuturkan kisah cinta yang romantis beserta luka dan kerapuhan yang sangat mungkin hadir di perjalanan. Ruang belajar untuk mencintai dalam sebuah pernikahan. Tidak ketinggalan, duet Reza Rahadian – Adinia Wirasti yang tak pernah gagal.

  12. Bukaan 8

    Bukaan 8Sesi berbagi tentang kehadiran seorang anak dalam hidup setiap orangtua. Terasa sangat personal, dan personalitas itulah yang menjadikannya mudah diterima. Menjadikannya proses belajar bagi siapa saja. Diselingi guyonan yang bisa dibilang cukup efektif mencairkan suasana, meskipun terkadang juga mengaburkan aspek dramanya.

  13. Posesif

    PosesifAda banyak hal menarik dalam Posesif. Pertama, ini adalah film arahan Edwin yang bisa dibilang paling ramah untuk semua penonton. Kedua, tema yang diangkat, hal-hal negatif dalam hubungan yang posesif, sangat jarang diangkat, walaupun penting dan relevan dengan kehidupan saat ini. Menghasilkan genre yang mungkin masih terdengar asing, romance-suspance. Ketiga, pemeranan pertama Putri Marino yang punya ekspresi unik dan kaya perasaan.

  14. Galih dan Ratna

    Galih dan RatnaSemanis masa SMA. Romantisme yang hadir lewat “mix tapes” berkesan, visual cantik, dan chemistry yang hangat. Sangat mudah dicintai. Dan segala tribut, juga pernyataan sepanjang ceritanya berputar melengkapinya sebagai rekam berbagai zaman. Senang rasanya bisa melihat lagi film cinta SMA yang membuat jatuh cinta.

  15. My Generation

    My GenerationPersembahan Upi untuk generasi milenial (Y) dan Z yang saat ini sedang bertumbuh. Sebuah protes yang menggebu khas anak muda, tetapi pada akhirnya memberikan ruang belajar untuk yang muda dan yang tua, tanpa menyalahkan salah satunya. Film yang dipenuhi penampilan mengesankan aktor-aktor muda kita nan baru dan passion Upi untuk berkarya dengan jujur.

Senang sekali rasanya dapat menumpai karya-karya sinema ini di ruang-ruang pemutaran tahun ini. Bersama karya-karya lain, yang jika dimasukkan semua akan membuat daftar ini seperti tagihan makan buka bersama, semuanya menciptakan pengalaman sinema yang lebih beragam. Sebuah kabar baik, tentunya, agar tahun depan tidak ada lagi yang mengeluh, “film Indonesia ceritanya begitu-begitu saja”. Penting juga bagi kita untuk mengapresiasi usaha-usaha untuk beragam tersebut dengan sebuah karcis menonton. Semoga 2018 juga demikian, ya. Sebagai penutup, inilah karya-karya dalam film Indonesia yang telah menghidupi tahun ini dengan keragaman yang membanggakan. 

 

Pengarahan

  1. Istirahatlah Kata-Kata – Yosep Anggi Noen
  2. Kartini – Hanung Bramantyo
  3. Sweet 20 – Ody C. Harahap
  4. Pengabdi Setan – Joko Anwar
  5. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Mouly Surya

Pengarahan Pertama

  1. Surau dan Silek – Arief Malinmudo
  2. Turah – Wicaksono Wisnu Legowo
  3. Ziarah – BW Purba Negara
  4. Salawaku – Pritagita Arianegara
  5. Pertaruhan – Kristho Damar

Pemeranan Utama Pria

  1. Istirahatlah Kata-Kata – Gunawan Maryanto
  2. Moammar Emka’s Jakarta Undercover – Oka Antara
  3. Critical Eleven – Reza Rahadian
  4. Night Bus – Teuku Rifnu Wikana
  5. Chrisye – Vino G. Bastian

Pemeranan Utama Perempuan

  1. Istirahatlah Kata-Kata – Marissa Anita
  2. Kartini – Dian Sastrowardoyo
  3. Critical Eleven – Adinia Wirasti
  4. Sweet 20 – Tatjana Saphira
  5. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Marsha Timothy

Pemeranan Pendukung Pria

  1. Moammar Emka’s Jakarta Undercover – Ganindra Bimo
  2. Moammar Emka’s Jakarta Undercover – Baim Wong
  3. Bid’ah Cinta – Ade Firman Hakim
  4. Sweet 20 – Slamet Rahardjo
  5. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Yoga Pratama

Pemeranan Pendukung Perempuan

  1. Kartini – Christine Hakim
  2. Sweet 20 – Niniek L. Karim
  3. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Dea Panendra
  4. Bukaan 8 – Dayu Wijanto
  5. Salawaku – Raihaanun

Pemeranan Pertama Pria

  1. Pertaruhan – Jeffri Nichol
  2. Turah – Slamet Ambari
  3. My Generation – Arya Vasco
  4. My Generation – Bryan Warow
  5. Galih dan Ratna – Refal Hady

Pemeranan Pertama Perempuan

  1. My Generation – Lutesha
  2. My Generation – Alexandra Kosasie
  3. Posesif – Putri Marino
  4. Moammar Emka’s Jakarta Undercover – Tiara Eve
  5. Night Bus – Hana Prinantina

Pemeranan Anak-Anak / Remaja

  1. Pengabdi Setan – M. Adhiyat Abdulkhadir
  2. Surau dan Silek – Muhammad Razi
  3. Susah Sinyal – Aurora Ribero
  4. Salawaku – Elko Kastanya
  5. Surat Kecil Untuk Tuhan – Bima Azriel

Naskah

  1. Bid’ah Cinta – Nurman Hakim, Zaim Rofiqi, Ben Sohib
  2. Night Bus – Rahabi Mandra dan Teuku Rifnu Wikana
  3. Sweet 20 – Upi
  4. Pengabdi Setan – Joko Anwar, Subagio Samtani, Sisworo Gautama, Imam Tantowi, Naryono Prayitno
  5. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Mouly Surya dan Rama Adi

Sinematografi

  1. Salawaku – Faozan Rizal
  2. Posesif – Batara Goempar
  3. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Yunus Pasolang
  4. Kartini – Faozan Rizal
  5. Pengabdi Setan – Ical Tanjung

Tata Artistik

  1. Kartini – Allan Sebastian
  2. Filosofi Kopi 2: Ben & Jody – Benny Lauda
  3. Pengabdi Setan – Allan Sebastian
  4. Posesif – Eros Eflin
  5. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Frans Paat

Penyuntingan

  1. Moammar Emka’s Jakarta Undercover – Yoga Krispratama
  2. Kartini – Wawan I. Wibowo
  3. Pengabdi Setan – Arifin Cuunk
  4. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Kelvin Nugroho
  5. Istirahatlah Kata-Kata – Andhy Pulung

Musik

  1. Kartini – Andi Rianto dan Charlie Meliala
  2. Pengabdi Setan – Aghi Narottama, Tony Merle, Bemby Gusti
  3. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak – Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani
  4. Critical Eleven – Andi Rianto
  5. Filosofi Kopi 2: Ben & Jody – McAnderson

Lagu Tema

  1. Istirahatlah Kata-Kata (Bunga dan Tembok) – Merah Bercerita feat. Cholil Mahmud
  2. Galih & Ratna (Gita Cinta) – Sheryl Sheinafia
  3. Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (Aku Tenang) – Fourtwnty
  4. Critical Eleven (Sekali Lagi) – Isyana Sarasvati
  5. Pengabdi Setan (Kelam Malam) – The Spouse

Baca juga: Film dan Karya dalam Film Indonesia Terbaik 2016

2 thoughts on “Film & Karya dalam Film Indonesia Terbaik 2017”

    1. Wah, ada Fia. Yang sudah nonton apa aja? Beberapa udah ada di HOOQ, Iflix, Viu, Klikfilm, dll. Beberapa lain semoga nyusul, ya. 🙂

Tinggalkan Balasan