FILM & KARYA DALAM FILM INDONESIA TERBAIK 2016

Film Indonesia Terbaik 2016
Tahun lalu, saya menulis dalam catatan untuk film Indonesia terbaik bahwa 2015 merupakan tahun yang menyenangkan untuk sinema Indonesia. Maka, saya akan mengawali catatan ini dengan sebuah apresiasi bahwa 2016 bukan hanya tahun yang menyenangkan bagi sinema Indonesia dan setiap individu yang mencintainya, tetapi juga tahun yang membanggakan. Sangat-sangat membanggakan.

 

Tahun ini, walau beberapa kali saya masih bersedih karena harus menonton film Indonesia sendirian di satu ruang pemutaran, tetapi berkali-kali lebih sering saya mengalami kebahagiaan saat memasuki ruang pemutaran yang dipenuhi oleh penonton film Indonesia. Berkali-kali pula karya sinema kita mendapat tempat lebih di banyak bioskop penjuru negeri. 10 film kita dengan perolehan penonton terbanyak tahun ini pun seluruhnya diisi dengan pencapaian di atas satu juta penonton. Lalu, Warkop DKI Reborn mencatatkan diri sebagai film terlaris sepanjang masa. Dua rekor yang diraih setelah bertahun-tahun lamanya.

 

Maka, saat menyusun catatan ini saya pun tersenyum-senyum bangga. Mengingat kembali perjalan menonton karya sinema kita tahun ini adalah pengalaman yang menggembirakan. Untuk merayakannya pula saya memutuskan untuk memberi ruang kepada karya-karya terbaik dalam film. Karya dari nama-nama penuh dedikasi yang menghidupi sinema kita tahun ini. Karya-karya yang ada dalam catatan ini dipilih dari yang telah tayang di layar perak tahun ini. Ini dia.

  1. Surat dari Praha

    surat dari prahaSebuah musikal yang indah tentang cinta dan kenang-kenanganΒ tersimpan. Angga Dwimas Sasongko kembali membuktikan bahwa ia adalah salah satu sutradara terbaik yang kita punya. Yang menjadikan indah bukan hanya nada-nada, tetapi keberanian untuk mengatakan yang tabu dan sudah dilupakan banyak orang di negeri ini. Usaha yang sangat baik untuk mewariskan ingatan pada generasi kini yang mungkin sudah tidak lagi tahu apa-apa.

  2. Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara

    Film AisyahJika ingin mencari intisari toleransi di antara keberagaman dalam sinema kita, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara adalah karya yang dapat menjawabnya dengan baik. Tidak hanya berisikan toleransi yang meneduhkan, tetapi juga dituturkan dengan menyentuh oleh nama-nama yang ada di dalamnya. Refleksi yang lengkap dari sebuah negeri bernama Indonesia.

  3. Athirah

    AthirahPerempuan dalam arti Ibu dan diri perempuan belum banyak ditampilkan dengan baik dalam film-film kita. Maka, ketika Athirah dituturkan dengan baik dan tegas oleh Riri Riza, karya ini akan menjadi hadiah yang berharga dan bermakna bagi setiap perempuan Indonesia. Karya yang mungkin akan menjadi pemicu bagi karya-karya berharga lainnya tentang perempuan.

  4. Talak 3

    Film Talak 3Tahun lalu, Ismail Basbeth memberikan karya yang teramat teduhΒ melalui Mencari Hilal.Β Tahun ini, bersama Hanung Bramantyo, ia menuturkan sebuah perbincangan kritis tentang cinta dan agama yang bagi banyak orang adalah hal tabu. Sebuah komedi romantis yang tak hanya segar, tapi juga membumi dan menyentuh.

  5. My Stupid Boss

    Reza Rahadian sudah membuktikan diri berkali-kali sebagai aktor watak terbaik yang kita punya. Dan melalui My Stupid Boss ia mengukuhkannya sekali lagi. Di tangan Upi dan seluruh nama yang bertugas di dalamnya, film ini adalah hiburan yang sangat-sangat menyenangkan bagi siapa saja yang menontonnya. Pecah!

  6. Sabtu Bersama Bapak

    Ini adalah pesan dari seorang Bapak kepada laki-laki di seluruh dunia. Menontonnya akan menjadi pengalaman yang sangat personal bagi siapa saja yang mencintai keluarganya. Presentasinya, sepertinya halnya banyak film adaptasi, tidaklah sedetail novelnya, tapi sentuhannya tetap sehangat yang diperlukan.

  7. Juara

    Juara adalah salah satu film dengan pencapaian paling mengejutkan tahun ini. Pertunjukan aksi yang dituturkan dengan ringan dan segar. Debut yang luar biasa bagi Bisma Kharisma karena tidak hanya baik dalam akting, tetapi juga aksi laganya. Rasanya kita bisa berharap banyak dengan masa depan Bisma dan aktor-aktor muda Indonesia yang muncul tahun ini. Mengesankan!

  8. Warkop DKI Reborn

    Bahagia sekali rasanya dapat menemui kembali komedi khas Warkop dalam presentasi yang tak kalah bagusnya. Warkop DKI Reborn adalah nostalgia yang menyenangkan bagi sebagian besar orang yang mencintai karya-karya trio legendaris itu. Dan menonton Abimana, Vino, dan Tora saat itu benar-benar seperti melihat Dono, Kasino, dan Indro. Mbrebes mili. Pecah, tapi maknyes di hati πŸ™‚

  9. Cek Toko Sebelah

    Ernest Prakasa sepertinya sudah bisa disebut sebagai komika dengan pencapaian paling mengesankan di ranahΒ film Indonesia. Setelah pengakuan dari banyak ajang kusala tahun lalu untuk karya cerita dan arahannya di Ngenest tahun lalu, Ernest menggandakannya di Cek Toko Sebelah tahun ini. Sebuah drama komedi yang bermakna tentang tanggung jawab dan warisan ingatan dalam keluarga.

  10. Headshot

    Gareth Evans resmi sudah mendapat saingan. Headshot bisa dibilang sebagai pencapaian tak tanggung-tanggung bagi The Mo Brothers yang sebelumnya sudah menjadi nama besar di genre thriller. Dan yang terpenting, Headshot bukan hanya sebuah aksi yang brutal, tapi juga kombinasi dari elemen-elemen lain yang tak kalah menawan.

  11. Waalaikumsalam Paris

    Film religi kita perlu sebuah penyegaran. Sudah waktunya beranjak dari formula yang telah dipertahankan bertahun-tahun lamanya. Setelah Hijab dan Mencari HilalΒ tahun lalu, Waalaikumsalam Paris adalah film yang sangat berhasil bertutur dengan baik dan berbeda sebagai film religi. Sebuah penyegaran yang berarti.

  12. Wonderful Life

    “Setiap anak terlahir sempurna. Hanya saja, beberapa di antaranya berbeda”. Tahun ini, kita harus bersyukur karena ada banyak pelajaran tentang menjadi orang tua yang dapat kita jumpai di layar perak. Wonderful Life yang bertutur sebagai road movie Ibu dan anaknya yang mengalami disleksia adalah salah satu yang terbaik di antaranya.

  13. A Copy of My Mind

    Ini adalah surat cinta yang ditulis dengan hati oleh Joko Anwar untuk Jakarta. Sepanjang ceritanya, kita dapat menjumpai Jakarta yang kita kenal. Yang disesaki oleh masalah, tetapi juga diwarnai dengan banyak hal yang membuat banyak orang jatuh cinta. Kisah cinta orang biasa di kota metropolitan yang diakui oleh dunia.

  14. Ada Apa dengan Cinta? 2

    14 tahun. Setelah jarak selama itu, Cinta dan kawan-kawannya dapat bereuni dengan menampilkan karakter yang masih sama dengan yang kita temui 14 tahun sebelumnya. Ada Apa dengan Cinta? 2 jelas sebuah nostalgia yang sangat manis bagi para penggemarnya. Reuni dengan kualitas yang terjaga.

  15. Aach.. Aku Jatuh Cinta

    Aach.. Aku Jatuh CintaΒ adalah kisah cinta yang dipenuhi kekacauan. Namun, bukanlah sedikit kekacauan diperlukan untuk membuat cinta menjadi lebih romantis? Bagi saya, karya Garin Nugroho ini adalah puisi. Setiap jengkal perjalanannya melalui tiga frase dekade adalah keindahan yang menawan. Termasuk, Pevita di dalamnya πŸ™‚

Sekali lagi, 2016 adalah tahun yang tidak hanya menyenangkan bagi sinema Indonesia, tetapi juga sangat-sangat membanggakan. Namun, bukan berarti kita sudah dapat berpuas diri. Masih banyak yang harus dikerjakan dan disempurnakan. Termasuk, memberi warna yang lebih banyak dalam hal genre. Dan tahun ini kita sudah memulainya melalui Bangkit!, Pesantren Impian, Hangout, dan Catatan Dodol Calon Dokter. Tidak sabar rasanya menantikan pencapaian kita di 2017. Sebagai penutup, inilah karya-karya dalam film Indonesia yang telah menghidupi tahun ini dengan gemilang.

Pengarahan

  1. Headshot – The Mo Brothers
  2. Athirah – Riri Riza
  3. My Stupid Boss – Upi
  4. Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara – Herwin Novianto
  5. Talak 3 – Hanung Bramantyo & Ismail Basbeth
  6. Surat dari Praha – Angga Dwimas Sasongko
  7. A Copy of My Mind – Joko Anwar

Pemeranan Utama Pria

  1. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 – Vino G. Bastian
  2. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 – Abimana Arysatya
  3. My Stupid Boss – Reza Rahadian
  4. Waalaikumsalam Paris – Nino Fernandez
  5. Surat dari Praha – Tio Pakusadewo
  6. A Copy of My Mind – Chicco Jerikho
  7. Juara – Bisma Kharisma

Pemeranan Utama Perempuan

  1. Wonderful Life – Atiqah Hasiholan
  2. Athirah – Cut Mini
  3. My Stupid Boss – Bunga Citra Lestari
  4. Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara – Laudya Cynthia Bella
  5. Ada Apa dengan Cinta? 2 – Dian Sastrowardoyo
  6. Surat dari Praha – Julie Estelle
  7. Ini Kisah Tiga Dara – Shanty Paredes

Pemeranan Pendukung Pria

  1. Cek Toko Sebelah – Chew Kin Wah
  2. Cek Toko Sebelah – Dion Wiyoko
  3. Athirah – Arman Dewarti
  4. Sabtu Bersama Bapak – Deva Mahenra
  5. My Stupid Boss – Alex Abbad
  6. Talak 3 – Reza Rahadian
  7. Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara – Arie Kriting

Pemeranan Pendukung Perempuan

  1. Shy Shy Cat – Titi Kamal
  2. Catatan Dodol Calon Dokter – Tika Bravani
  3. Rudy Habibie – Indah Permatasari
  4. Ada Apa dengan Cinta? 2 – Adinia Wirasti
  5. Ada Apa dengan Cinta? 2 – Sissy Prescillia
  6. Surat dari Praha – Widyawati

Naskah

  1. Cek Toko Sebelah – Ernest Prakasa
  2. Athirah – Salman Aristo & Riri Riza
  3. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 – Bene Dion Rajagukguk, Andi Wijaya, & Anggy Umbara
  4. Sabtu Bersama Bapak – Adhitya Mulya & Monty Tiwa
  5. Aisyah – Jujur Prananto
  6. Talak 3 – Bagus Bramanti
  7. Surat dari Praha – M. Irfan Ramli

Sinematografi

  1. Athirah – Yadi Sugandi
  2. Headshot – Yunus Pasolang
  3. Rudy Habibie – Ipung Rachmat Syaiful
  4. Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara – Edi Santoso
  5. Surat dari Praha – Ivan Anwal Pane
  6. A Copy of My Mind – Ical Tanjung
  7. Aach.. Aku Jatuh Cinta – Batara Goempar

Tata Artistik

  1. Headshot – Iqbal Marjono
  2. A Copy of My Mind – Windu Arifin
  3. Aach.. Aku Jatuh Cinta – Allan Sebastian
  4. Athirah – Eros Eflin
  5. My Stupid Boss – Ade Gimbal
  6. Surat dari Praha – Chupy Kaisuku

Lagu Tema

  1. Ada Cinta di SMA – Sampaikan Sayangku Untuk Dia (Iqbaal Dhiafakhri & Caitlin Halderman)
  2. Athirah – Ruang Bahagia (Endah n Rhesa)
  3. Cek Toko Sebelah – Berlari Tanpa Kaki (Gamaliel Audrey Cantika)
  4. Rudy Habibie – Mencari Cinta Sejati (Cakra Khan)
  5. Surat dari Praha – Nyali Terakhir (Julie Estelle)
  6. Ada Apa dengan Cinta? 2 – Ratusan Purnama (Melly Goeslaw & Marthino Lio)

Penyuntingan

  1. A Copy of My Mind – Arifin Cuunk
  2. Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara – Wawan I. Wibowo
  3. Ada Apa dengan Cinta? 2 – W. Ichwandiardono
  4. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 – Bounty Umbara & Wawan I. Wibowo
  5. Surat dari Praha – Ahsan Andrian

 

2 thoughts on “FILM & KARYA DALAM FILM INDONESIA TERBAIK 2016”

  1. Sepakat, tahun ini adalah tahun membanggakan untuk film Indonesia. Gara-gara banyak film Indonesia yang bagus, akhirnya tak tertahankan untuk membuat blog ulasanfilm21.com haha.

    Tahun 2017 semoga jauh lebih baik lagi. Semoga gak malas-malasan buat nulis tentang film Indonesia lagi, haha.

    Bangga film Indonesia

Tinggalkan Balasan