SHORT REVIEW: LONDON LOVE STORY 2

London Love Story 2

 

London Love Story 2 berkisah tentang Dave (Dimas Anggara) dan Caramel (Michelle Ziudith) yang berlibur ke Swiss, tempat yang sudah lama ingin dikunjungi oleh Caramel. Liburan mereka di Swiss ditemani oleh seorang sahabat bernama Sam. Namun, secara tak terduga, mereka dipertemukan dengan seseorang dari masa lalu. Ini adalah kisah mereka menghadapi dan menerima masa lalu itu.

 

Awal perjalanan Dave dan Caramel, selain guyonan jorok yang sebetulnya tidak penting di antaranya, masih cukup bisa dinikmati. Namun, ketika cerita mulai bergulir kepada konfilik dan kehadiran seseorang dari masa lalu, kekacauan mulai terasa di sana-sini. Kekacauan terbesar ada pada dialog dan jalan cerita. Dalam aspek itu, London Love Story 2 adalah potongan-potongan kejadian yang terasa tidak padu ketika disatukan karena ketiadaan penghubung yang meyakinkan. Beberapa aspek lain, seperti pengarahan yang kurang kuat dan musik yang sesekali terasa berisik, seharusnya bisa sedikit terlupakan jika ceritanya ditulis lebih baik.

 

Sebenarnya, tidak ada ekspektasi apa pun yang saya bawa masuk ke dalam ruang pemutaran. Maka, London Love Story 2 kemudian berkembang menjadi kisah cerita klise yang ditulis dan dituturkan setengah-setengah, saya hanya bisa ikhlas seraya garuk-garuk kepala. Beruntung, masih ada Michelle Ziudith yang penampilannya bisa dibilang cukup mengesankan. Saya berharap setelah ini ada kesempatan untuk Ziudith membuktikan kemampuannya dalam produksi dengan cerita yang lebih baik.

 

London Love Story 2 pada akhirnya memang belum bisa menjawab kerinduan akan tontonan cinta remaja yang mengesankan. Namun, beberapa aspek di dalamnya, selain Ziudith tentunya, masih layak diapresiasi. Visualnya, dalam sedikit momen cukup mampu memberi kesan. Dialog puitisnya, meski bagi saya terasa luber dan berlebihan, akan terasa manis bagi beberapa orang. Ya, walau berantakan, London Love Story 2 masih akan berhasil pada targetnya.

 

★★

 

 

Baca juga: Review Salawaku

Tinggalkan Balasan