SHORT REVIEW: CHRONICLE

movie-review-chronicle-kinerasya

Jika ada film di awal tahun 2012 yang berhasil menggabungkan konsep-konsep film yang biasa menjadi luar biasa, itu adalah Chronicle. Ya, film besutan sutradara debutan bernama Josh Trank ini berhasil menampilkan paduan yang pas dari beberapa konsep film yang sudah biasa dan banyak digunakan oleh sineas-sineas sebelumnya menjadi sesuatu yang baru dan memuaskan. John, tanpa ragu mengambil tantangan untuk membuat sebuah film mengenai manusia yang mempunyai kemampuan telekinesis (kemampuan mempengaruhi benda tanpa harus melakukan kontak langsung dengan benda tersebut) yang digarap dengan gaya mockumentary (fiksi yang digarap seperti dokumenter). Hasilnya? Mata penonton akan lekat menyaksikan sepanjang jalannya film. Sutradara kelahiran Los Angeles 19 Februari 1985 itu telah berhasil menghasilkan tontonan pencuri hati.

Chronicle bercerita tentang seorang pemuda bernama Andrew yang mengalami kekerasan dari ayahnya, orang tua yang frustasi setelah mengalami kecelakaan yang mengakhiri pekerjaannya sebagai pemadam kebakaran. Ibunya sendiri sedang sakit keras. Keadaan ini membuat Andrew tenggelam dengan keasyikannya bersama kamera. Dengan kamera tersebut ia merekam segala hal yang ditemuinya di mana saja. Kamera inilah yang akan menjadi ‘mata’ film ini. Ya, 90 % film ini adalah rangkaian kehidupan yang seolah-olah didokumentasikan oleh Andrew dan sebagian kecil oleh sepupu dan teman perempuannya dengan gaya mockumentary tadi, lengkap dengan detil-detilnya seperti suara kamera dihidupkan, dimatikan, bermasalah, dan sedikit goyangan tangan sang pemegang kamera. Benar-benar hidup dan terasa nyata.

Pada awalnya cerita kurang berkembang dengan baik. Namun, ketika Andrew bersama sepupu dan seorang teman barunya mendapatkan kekuatan telekinesis saat mencoba menyelidiki keanehan yang ada di dalam tanah tempat pesta kampus mereka, semuanya berubah. Petualangan Andrew dan teman-teman dengan kekuatan barunya akan menarik kita kepada sebuah dunia yang penuh dengan keseruan. Keseruan khas anak muda yang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru. Sayangnya, keseruan itu belum diimbangi dengan efek yang seru pula. Tidak buruk, tapi keseruan dalam film ini tentu akan terasa lebih nyata jika adegan-adegannya sudah tidak lagi terlihat seperti sebuah video game.

Film ini adalah sebuah paket ketidakterdugaan. Sedari berbentuk poster, film ini sudah memberikan sebuah tanda tanya akan apa yang ada di dalamnya. Judul? Juga tidak memberikan gambaran apa pun tentang apa yang ingin diceritakan. Bahkan, setelah film berjalan pun sedikit sulit untuk memahami dan menebak kira-kira apakah yang akan disampaikan oleh Josh dalam film ini. Puncaknya adalah ketika film memasuki babak akhir. Tiba-tiba jalan cerita seakan ditarik dari dunia penuh keseruan tadi ke dalam dunia yang sama sekali baru. Perubahan suasana yang sangat tidak terduga. Sebuah kejutan dari Josh untuk penontonnya. 8 dari 10 bintang dari saya.

Tinggalkan Balasan