[Review] Pirates of the Caribbean 5: Dead Men Tell No Tales

Pirates of the Caribbean 5Enam tahun berlalu sejak petualangan terakhir Kapten Jack Sparrow terakhir kali. Jarak yang cukup panjang untuk memunculkan kerinduan pada para pengikut pelayarannya. Kali ini, dalam Pirates of the Caribbean 5: Dead Men Tell No Tales, petualangan membawanya ke sebuah titik temu antara masa lalu dan masa depan. Juga untuk kesekian kalinya: pertaruhan hidup dan mati. Memang, kapten satu itu rasanya tidak pernah berhenti bertemu masalah dan kesialan.

 

Kali ini, Jack tidak akan beraksi lagi bersama Will Turner dan Elizabeth Swann. Sesuatu yang memang sudah diawali dalam On Stranger Tides enam tahun lalu. Kapten akan bertemu dengan dua teman baru yang mewakili generasi muda. Pilihan yang cukup berhasil menjadi penyegaran. Sesuatu yang rasanya memang diperlukan untuk membuat kapal franchise ini tetap berlayar dengan gagah. Terlebih, ketika dua karakter baru tersebut cukup berhasil mencuri perhatian dengan cara pandang dan sikap yang masih lugu dan berbeda.

 

Cerita diawali oleh sebuah pengantar yang menghubungkan petualangan kali ini dengan hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya. Lalu, kita akan menemui momen perampokan bank yang kemudian membawa kita pada kejar-kejaran dan sebuah momen eksekusi hukuman mati. Rangkaian pembukaan yang sangat cukup untuk membawa kita masuk ke dalamnya dan siap mengarungi petualangan yang akan terjadi setelah itu. Apalagi, jika menontonnya dalam teater IMAX dengan format 3Dnya.

 

Sayangnya, Kapten Jack sepertinya sudah kehilangan cukup banyak energi. Empat belas tahun perjalanan sejak pelayaran pertama mungkin memang cukup melelahkan bagi Johnny Depp. Menyebabkannya kehilangan beberapa hal yang menjadikannya unik selama ini. Namun, masih cukup kuat untuk menyisakan beberapa di antaranya. Hal yang sama juga terasa pada aspek aksinya yang belum dapat menandingi pencapaian seri pertama hingga ketiga.

 

Sepertinya pendapat tadi cukup dapat mengurangi keinginan untuk berpetualang bersama Kapten Jack. Namun, tenang saja karena hal-hal baru yang ada kali ini akan mampu mengalahkannya dengan baik. Salah satu di antaranya yang cukup kuat adalah sentuhan emosi yang mulai berperan penting dalam cerita. Juga aspek keluarga yang kembali dihadirkan seperti seri kedua dan ketiga dulu. Aspek ini jugalah yang akan membawa kita pada sebuah reuni yang saja jamin akan memancing senyum di wajah dan hati seluruh penonton yang mengikuti kisahnya.

 

Bagian terbaik dari Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales dimulai saat Kapten Jack dan para awak diserbu oleh Kapten Salazar dan “hantu-hantunya”, termasuk para hiu yang kesetanan. Sebagai lawan kali ini, armada Kapten Salazar ini memang cukup mampu menghadirkan kengerian yang efektif. Dan paruh akhir yang dimulai dari sini berhasil memberi kesan yang menyenangkan setelah paruh awalnya, selain beberapa momen yang sudah saya sebut sebelumnya, terkesan biasa saja.

 

Pada akhirnya, Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales sebenarnya belum dapat menjadi pencapaian terbaik Kapten Jack Sparrow. Hanya saja, ia tetaplah aksi yang perlu dan mampu mengembalikan franchise ini pada keseruan yang semestinya. Setidaknya, kisah kali ini jelas lebih baik daripada dua kisah sebelum ini. Dan format IMAX 3Dnya, walau kurang baik dalam konsistensi depth dan pop out-nya, punya momen eksekusi hukuman mati dan pertarungan melawan hiu yang sangat unik. Tentu saja, dengan aspect ratio yang berbeda dengan format biasa dan menampilkan 26 persen gambar yang lebih banyak.

 

★★★1/2

 

Baca juga: Review Guardians of the Galaxy Vol. 2

Tinggalkan Balasan