[Review] Guardians of the Galaxy Volume 2 (IMAX 3D) – Marvel’s Awesome Mix

Guardians of the Galaxy Vol. 2Saya masih ingat, saat keluar dari ruang pemutaran tiga tahun lalu, selepas menonton Guardians of the Galaxy, saya tersenyum lebar sekali. Pengalaman menonton waktu itu terasa berbeda dengan yang biasanya saya alami saat menonton film pahlawan super. Sekelompok penjahat yang kemudian menjadi pahlawan galaksi ini punya banyak keunikan yang kemudian menjadikannya seri film paling urakan, nyeleneh, dan berwarna dalam Marvel Cinematic Universe. Pencapaian yang sudah pasti menempatkan ekspektasi tinggi untuk seri keduanya. Setidaknya, para penggemar, termasuk saya, akan dengan semangat menyambutnya.

 

Guardians of the Galaxy Volume 2 berkisah tentang kelanjutan petualangan Peter Quill, Gamora, Drax, Rocket, dan Groot yang kali ini tampil sebagai Baby Groot. Ceritanya sendiri berfokus pada pertemuan Quill dengan ayahnya dan hubungan personal antarkarakter di dalamnya. Fokus cerita ini kemudian memberi ruang lebih untuk mendalami masing-masing karakter dan menghadirkan momen emosional yang lebih intens. Memaksimalkan hal yang memang sudah dimiliki oleh seri ini sejak pertama.

 

Keputusan untuk berfokus pada aspek-aspek emosional dan personal memang berkonsekuensi mengurangi porsi keseruan aksinya. Kita akan sedikit kehilangan pertarungan seru Quill dan kawan-kawan melawan penjahat antariksa karena yang akan lebih sering kita jumpai adalah pertarungan Quill sendiri dan pertempuran pesawat luar angkasa seperti Star Wars. Pun misi yang dijalankan pada akhirnya juga akan terasa kurang kuat bagi beberapa orang karena berkurangnya porsi aksi dan obrolan tentang itu di dalamnya.

 

Kekurangan itu bukan berarti itu menjadikannya tidak lebih baik dari seri yang pertama karena dari sanalah kita justru akan mengenal karakter-karakternya lebih dekat. Memahami Quill, Gamora, Drax, Rocket, dan Groot, lalu Nebula, Mantis, Kraglin, dan Yondu yang juga ada di sana. Menguatkan peran dan keberadaan tiap-tiap karakternya. Jika tujuannya untuk membangun kedekatan di dalam dan di luar layar besar, James Gunn telah berhasil melakukannya. Setelah ini, kita akan datang mengikuti lanjutan kisah mereka dengan ikatan yang lebih kuat.

 

Selain menguatkan tiap-tiap karakter, fokus pada aspek-aspek personal itu juga berhasil membangun momen-momen yang lebih dalam. Seperti yang sudah saya tulis tadi, Guardians of the Galaxy memang sudah memiliki kemampuan yang baik untuk mengelola emosi sejak awal. Dan seri kedua ini mampu membawanya ke level yang lebih dalam lagi. Kedalaman yang jarang kita jumpai pada seri-seri Marvel sebelumnya. Padahal, pada saat yang bersamaan, ada hasrat bergurau yang sangat kental di dalamnya.

 

Dari sinilah saya akan memberikan hormat setinggi-tingginya untuk James Gunn. Sembari menggali lebih dalam aspek emosi Quill dan kawan-kawan, Gunn juga berhasil menembakkan bertubi-tubi punchline sepanjang perjalanan. Komedi yang diselipkan dalam dialog-dialog sarkas, momen-momen patahan, juga hubungan antarkarakter. Baby Groot, seperti dugaan, menjadi senjata andalan yang efektif memecahkan tawa dalam ruangan. Walau pada beberapa momen, James Gunn kurang dapat menahan hasrat bergurau sehingga mengurangi intensitasnya, pengalaman tergelak sepanjang petualangan sangat mampu menutupinya.

 

Yang juga menarik dari seri ini adalah peran musik yang bisa dibilang sangat dominan. Musik tidak dimainkan dari luar, tetapi diputar dari dalam bersama cerita. Bahkan, musik juga dibicarakan dan menjadi simbol atas sebuah kenangan. Maka, tidak salah rasanya jika saya menganggap bahwa musik adalah satu bagian penting dalam nyawa petualangan Quill dan kawan-kawan. Dan mendengarkan pilihan lagu dalam awesome mix kali ini rasanya masih sangat menyenangkan.

 

Saat end credit scene pertama memulai parade lima end credit scene yang mengakhiri perjalanan Quill dan kawan-kawan kali ini, saya tersenyum puas sekali. Sepanjang petualangan, saya sudah begitu kegirangan. Terlebih, saya bertualang bersama mereka dalam teater IMAX 3D yang berhasil memaksimalkan pengalaman sinematiknya dengan baik. Aspect ratio 1:9:1, frame break 3D effect, pop out, depth, dan warna yang membuat mata saya berbinar-binar. Sebuah kombinasi sinematik yang sangat wajib dinikmati di IMAX 3D atau premium large format lainnya. Guardians of the Galaxy Vol. 2 adalah awesome mix yang sesungguhnya.

 

★★★★1/2

 

 

Baca juga: Review Fast & Furious 8

Tinggalkan Balasan