REVIEW: THE LEGO MOVIE

000144.0022649.tifMasih ingat dengan permainan balok susun yang dapat digunakan untuk membuat berbagai bentuk karakter? Ya, Lego. Di seluruh dunia, anak-anak hingga orang dewasa  menjadikan balok susun ini sebagai bagian dari cerita hidupnya, menghidupkannya dengan berbagai cerita, membangun sebuah dunia bersama-sama. Lego adalah bagian tak terpisahkan dari banyak anak dan orang dewasa di seluruh dunia. Tampaknya hal tersebutlah yang menginspirasi Warner Bros Picture untuk menjadikan lego sebagai sesuatu yang hidup seutuhnya dalam film: The Lego Movie.

The Lego Movie bercerita tentang karakter bernama Emmet yang sehari-hari selalu menjalani hidup berdasarkan instruksi dan peraturan. Dunia tempat Emmet tinggal memang merupakan tempat semua hal diatur berdasarkan instruksi dari President Business. Semua senang. Semua bahagia. Namun, ternyata President Business adalah karakter ambisius yang mempunyai rencana menjadikan seluruh dunia menjadi beku sesuai bentuk yang diinginkannya. Delapan setengah tahun sebelumnya President Business mencuri krager, benda paling kuat dan menakutkan di seluruh dunia Lego. Saat ia mencuri benda tersebut, Vitruvius, tetua para ahli bangunan (orang-orang kreatif di dunia Lego), meramalkan bahwa ia akan dikalahkan oleh The Special One yang menemukan kotak penutup. Hal tersebut sepertinya akan menjadi nyata ketika pada suatu hari Emmet bertemu dengan Wildstyle dan menemukan kotak penutup, benda yang dapat menghentikan kekuatan krager yang akan segera digunakan oleh President Business. Saat itu, dimulailah petualangan Emmet untuk menyelamatkan dunia.

Cukup satu kalimat untuk menggambarkan bagaimana The Lego Movie bercerita: Everything is awesome! Phil Lord dan Christopher Miller sebagai sutradara sukses menghadirkan sebuah dunia lego yang memukau. Segala hal yang ada dalam dunia lego benar-benar terbuat dari lego. Karakter, gedung-gedung, awan, bahkan hal-hal kecil seperti tetesan/riak air dan debu terbuat dari bagian-bagian lego. Luar biasa. Menonton The Lego Movie adalah pengalaman sinematografi yang sangat menyenangkan dengan segala visual animasi indah yang dihadirkannya.

Rasanya The Lego Movie adalah film animasi komedi yang dapat dengan senang hati diterima siapa saja. Film ini memiliki racikan kelebihan yang benar-benar lengkap. Komedi-komedi ringan tapi cerdas di sepanjang perjalanan Emmet menyelamatkan dunia Lego adalah salah satu kekuatan film ini. Sepanjang film adalah punchline. Lalu, sama halnya dengan lego yang dapat digunakan untuk membentuk berbagai macam hal, menjadi menyenangkan ketika kita melihat para ahli bangunan dalam film ini membentuk berbagai benda dengan apa pun yang ada di sekitarnya. Segala hal yang tidak mungkin terjadi di film-film lain dapat terjadi di sini. The Lego Movie sukses membuat logika jungkir balik dapat diterima dengan senang hati oleh para penontonnya.

Keputusan Phil Lord dan Christopher Miller untuk menampilkan banyak karakter seperti Batman, Superman, Abraham Lincoln, Green Lantern, Star Wars, Wonder Woman, dan Gandalf dapat dengan mudah menjalin ikatan batin dengan para pecinta karakter-karakter lintas dimensi tersebut. Scorring dan theme song yang mengiringi petualangan Emmet dalam film ini juga dapat membangun suasana yang lebih kuat dalam setiap momennya.

Menonton The Lego Movie akan membawa kita ke dalam dunia yang benar-benar menakjubkan. Ketika kita memasuki dunia tersebut, ada memori-memori yang tampil menghasilkan senyum manis di setiap wajah para penontonnya. Dengan segala hal unik yang dimilikinya, rasanya The Lego Movie akan menjadi film yang diterima oleh berbagai kalangan. Tidak hanya memberikan hiburan yang berkualitas, tetapi juga memberikan nilai-nilai yang baik untuk setiap hati manusia, bahwa setiap orang dapat menjadi luar biasa. Everything is awesome. Everyone is the special one.

4/10

 

Baca juga: Review Turbo

Tinggalkan Balasan