SHORT REVIEW – TROLLS

review-trolls

Kebahagiaan adalah salah satu hal yang akan selalu dibutuhkan dalam hidup setiap orang. Menjadi bahagia akan selalu menyenangkan. Berbagi kebahagian, apalagi, akan selalu terasa berlipat menyenangkannya. Maka, tidak akan ada satu orang pun yang tidak ingin bahagia. Jika pun ada, mereka bukanlah tidak ingin, tapi tidak tahu cara melakukan dan menemukannya. Dreamworks dalam Trolls membicarakan hal sederhana yang sebenarnya sangat penting itu.

Trolls bercerita tentang dua bangsa, Trolls dan Bergens. Trolls selalu hidup bahagia dengan bernyanyi, menari, dan berpelukan sepanjang hari, sedangkan Bergens tidak tahu cara melakukan itu semua. Bargens tidak pernah bahagia sampai suatu hari satu Bergens memakan Trolls dan mendapatkan kebahagiaan. Maka, Trolls akan berkisah tentang upaya Bergens untuk bahagia dengan cara memakan Trolls, setahun sekali.

Dreamworks menghadirkan Trolls dengan banyak kesenangan. Musik, desain karakter, warna-warni ledakan dengan glitternya, dan guyonan yang seringkali pecah. Mike Mitchell sebagai pengarah dan duo Jonathan Aibel – Glenn Berger sebagai penulis naskah paham sekali cara merangkai itu semua menjadi kekuatan untuk menghadirkan berbagai macam rasa sepanjang perjalanan. Dua hal yang akan terasa paling terang benderang dari pesta para Trolls ini adalah musik dan komedinya. Lagu-lagu pilihannya akan menghadirkan rasa bahagia. Yang paling menyenangkan, semua itu akan dinyanyikan oleh Anna Kendrick, Justin Timberlake, dan Zooey Deschannel.

Trolls juga memiliki desain karakternya yang juara. Dreamworks tidak hanya berpikir untuk menciptakan karakter yang unik, menarik, atau tak terlupakan, tapi juga menjadikan desain karakter tersebut sebagai pengisi cerita. Masing-masing karakternya akan hadir dengan keunikannya dalam fisik dan warna yang penting bagi cerita. Satu hal yang tidak selalu dimiliki oleh film animasi kebanyakan saat ini.

Sekali lagi, Trolls punya banyak kesenangan untuk para penontonnya. Itu semua rasanya dapat hadir dengan baik karena ditulis dalam naskah yang pintar. Beberapa kekurangan minor yang ada, seperti tipisnya batas antara imajinasi dan kenyataan dalam filmnya rasanya tidak akan memengaruhi moodfilm secara keseluruhan. Aibel–Berger berhasil memanfaatkan setiap detail cerita sebagai bagian penting yang saling memengaruhi. Cerita bergulir dan kita akan menemukan banyak keputusan penting yang datang dari detail-detail di belakangnya. Dan memadukannya dengan komedi yang efektif tentu bukanlah hal yang mudah. Hasilnya, sebuah animasi yang FUNtastic. Nonton, nyanyi, nari, dan bahagialah.

★★★★

 

Baca juga: Review Kung Fu Panda 3

 

Tinggalkan Balasan