SHORT REVIEW – STAY WITH ME

stay with me

Bagi saya, Rudi Soedjarwo adalah salah satu sutradara terbaik Indonesia. Setidaknya, Ada Apa Dengan Cinta dan Mengejar Matahari, adalah dua karyanya yang menjadi dua di antara karya-karya terbaik filmmaker Indonesia dalam daftar saya. Dan setelah beberapa tahun menanti, dapat menikmati kembali karya Rudi Soedjarwo dalam Stay With Me adalah sebuah kesenangan tersendiri. Menantinya semakin menyenangkan karena Rudi telah menyatakan bahwa ini adalah karya filmnya yang paling personal. Dan dalam pengalaman saya, suatu karya yang personal akan dengan baik dalam bertutur.

Saat Stay With Me mulai diputar di layar, ada rasa yang begitu saya kenal. Rasa yang pernah saya rasakan ketika Mengejar Matahari membuat saya jatuh cinta. Dan, rasa itu yang beberapa kali tetap saya rasakan sepanjang film berjalan. Ruh pengarahannya masih sangat bisa dirasakan, terutama melalui jalinan visual, momen, dan musiknya. Menemukan kembali rasa itu, jelas mengembangkan senyum simpul di wajah saya.

Sayang, ruh pengarahan yang masih terasa menyenangkan itu, setidaknya pada beberapa bagiannya, dalam Stay With Me tidak didukung dengan naskah yang baik. Ada begitu banyak hal yang terasa kosong. Ketiba-tibaan yang datang tanpa sebuah proses yang jelas. Lemah. Dan kemudian emosinya juga menjadi sangat tidak stabil. Penuh celah. Terbata-bata. Kelemahan yang sayangnya, lagi, dilengkapi dengan kehadiran Boy William dan Ully Triani di dalamnya. Selain momen-momen ceria dan penutupnya, hanya ada kekosongan di antara keduanya.

Stay With Me memang bukan film terbaik Rudi Soedjarwo. Bahkan, mungkin begitu jauh dari pencapaian dua film yang sudah saya sebut di atas. Namun, di luar segala kekurangannya, saya tetap bersyukur bisa menikmati kembali karya Mas Rudi. Nikmati saja jalinan visual, momen, dan musiknya.

★★1/2
Baca juga: Review The Act of Killing

Tinggalkan Balasan