SHORT REVIEW – ZOOTOPIA

Zootopia

Ada rasa bahagia, haru, dan manis yang dihangatkan dalam semangkuk Zootopia. Sajian yang dipenuhi dengan begitu banyak kesan. Disney memang selalu bisa menghadiahkan senyum bagi setiap hati yang mendatangi bioskop untuk menonton film-filmnya. Menghadiahkan banyak cerita untuk diingat dan diperbincangkan ketika kaki-kaki para penontonnya meninggalkan ruang bioskop. Pun jika tidak demikian, setidaknya banyak di antara karya itu bercerita tentang hal-hal penting dari dunia kecil yang dihuni manusia-manusia yang juga kecil ini. Dan kali ini, Zootopia memilih untuk bercerita tentang diversitas dan dilema di sekitarnya.

Zootopia berbicara tentang diversitas dengan cara yang unik. Dalam Zootopia yang menjadi kota idaman setiap binatang di seluruh dunia, para pemangsa dan yang dimangsa hidup berdampingan dengan damai. Kedamaian yang suatu hari terancam hilang saat beberapa hewan pemangsa menjadi liar tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Ide ini, adalah cerita yang sangat tepat untuk mengangkat diversitas dan dilema yang sering terjadi di sekitarnya. Dan Zootopia dengan sangat baik mengisahkannya dalam permasalahan minoritas-mayoritas dan lemah-kuat di dalamnya. Persepsi masyarakat terhadap isu-isu tersebut kemudian dituturkan melalui karakter-karakternya yang kuat dan melengkapinya dengan baik.

Keberhasilan Zootopia berbicara tentang diversitas kemudian dilengkapi dengan cara tutur yang begitu menyenangkan. Beberapa guyonannya mungkin tidak akan terlalu sukses memecahkan suasana dalam ruang bioskop. Namun, seperti yang mereka lalukan pada film-filmnya sebelum ini, Disney sangat mengerti cara memaksimalkan emosi dalam setiap animasinya. Bahkan, dalam Zootopia, Disney masih sempat memberikan sentilan pada birokrat yang seringkali lamban bekerja dalam satu momennya yang paling menyegarkan. Sebuah cerita tentang mimpi bahwa setiap pribadi yang hidup di dunia ini dapat bermimpi dan saling berdampingan dengan nyata. Mendengarnya dan menikmatinya kemudian tentu akan menjadi menyenangkan.

★★★1/2

 

Baca juga: Review The Lego Movie

Tinggalkan Balasan