Sinema Ramadan

Sinema RamadanRamadan bagi saya berarti bulan pembelajaran. Tiga puluh hari yang menjadi frase bagi manusia untuk belajar segala hal yang dapat menjadikannya lebih baik. Sesuai dengan nilai-nilai yang memandunya, Islam. Dan pelajaran pada hakikatnya dapat datang dari mana saja. Begitu pula sinema. Maka, kali ini saya mencoba menyusun sebuah daftar sinema Ramadan sebagai upaya untuk belajar dan membagi pelajaran itu kepada setiap teman yang membacanya.

 

Tahun ini, saya akan memulainya dengan lima film Indonesia dan satu film negeri tetangga, Malaysia. Menyusunnya berdasar ketersediaan akses dalam beberapa platform sinema berbayar yang ada saat ini. Karyanya tidak melulu bergenre religi, tetapi yang pasti mengandung pelajaran di dalamnya. Selamat membaca, menyimak, dan belajar bersama.

 

Mencari Hilal            

Mencari Hilal

1 Ramadan akan selalu mengingatkan saya pada Mencari Hilal-nya Ismail Basbeth. Film yang sampai saat ini masih menempati karya terbaik pertama di daftar saya. Perjalanan mencari hilal di sana rasanya bisa jadi perjalanan batin yang dalam bagi setiap manusia yang mengikuti. Terlebih, muslim. Dan betapa perjalanan itu masih relevan dengan dinamika negeri kita belakangan ini. Menjadi pelajaran untuk ikhlas dan menyikapi perbedaan dalam agama. Mencari Hilal sudah bisa diikuti di Hooq sebagai teman merenung dan puasa kita.

 

Rindu Kami PadaMu          

Rindu Kami PadaMu

Garin Nugroho selalu punya pandangan yang dekat dengan masyarakat kecil. Dari sebuah keramaian pasar, kita akan belajar mengenai hal-hal kecil yang biasanya kita anggap tidak berarti, tetapi bisa sangat berharga bagi mereka yang menanti. Betapa sebuah harapan dapat menjadi penyemarak kehidupan yang sederhana. Mengenali pribadi-pribadi yang mungkin tidak semua orang temui setiap hari, tetapi merupakan bagian yang nyata dari masyarakat yang kita tinggali. Rindu Kami PadaMu dapat ditemui di Hooq dan Iflix.

 

3: Alif Lam Mim

3 Alif Lam Mim

120 menit lebih dalam 3: Alif Lam Mim adalah perenungan yang dalam dan romantis. Pesan berharga yang dituturkan seseorang pada saudaranya. Membuat saya pulang dengan banyak cerita, diceramahi tanpa merasa diceramahi. Sebagai film aksi, ia punya naskah yang berani dan adegan aksi yang cukup mengesankan. Darinya, kita dapat belajar tentang keteguhan dan nilai-nilai yang berarti bagi seseorang. Prinsip-prinsip hidup bersama yang berharga untuk didengar. Juga betapa manusia bisa menjadi pribadi yang terbaik sekaligus terburuk dari perjalanan yang ia lalui. Alif, Lam, dan Mim dapat dijumpai di KlikFilm

 

Munafik

Munafik

Karya sinema horor dari Malaysia yang juga menjadi film terlaris di sana tahun lalu. Yang menjadikannya penting untuk ditonton adalah kemauannya untuk tidak hanya menakuti dengan maksimal, tetapi juga membicarakan prinsip iman dengan mendalam. Maka, menonton Munafik akan menjadi teror, sekaligus diskusi yang menarik soal konsep keteguhan dan percaya dalam Islam. Munafik bisa didapati di Mox.

 

Mama Cake

Mama Cake

Karya pertama Anggy Umbara yang banyak bercerita tentang berbagai hal sekitar kita. Manusia yang kian lama semakin jauh dari kemanusiaan, kehidupan kota yang terjebak dalam hingar bingar, masyarakat yang tak lagi bermasyarakat, jati diri yang tenggelam dalam hal-hal yang selama ini dianggap benar, dan lain-lain. Film ini adalah film yang sangat menggurui, tetapi anehnya kita tak akan sedikit pun merasa jengah digurui. Mama Cake bisa dipesan di KlikFilm.

 

Sabtu Bersama Bapak         

Sabtu Bersama Bapak

Lebih dari apa pun, yang menjadikannya istimewa memanglah konten yang mengisinya. Selain kemampuan untuk membangun ikatan dengan orang-orang di luar karya, ada pesan yang kuat dan berharga untuk setiap diri yang hidup di suatu tempat bernama keluarga. Dan bagi laki-laki, Sabtu Bersama Bapak adalah karya untuk belajar menjadi laki-laki yang lebih kuat, sebagai seorang anak, sebagai seorang bapak. Sabtu Bersama Bapak dapat disimak setiap hari di KlikFilm.

 

Baca juga: Film Terbaik Indonesia 2016

Tinggalkan Balasan